5 Cara jenius ilmuwan ciptakan listrik gratis, tapi gagal

Klikbandar88- Listrik gratis adalah sebuah konsep yang tentu menarik. Sayangnya, hal ini tak pernah terjadi di belahan dunia mana pun. Sampai saat ini, kebutuhan kita akan listrik mengharuskan kita bayar untuk mendapat pasokan listrik per bulannya.

Upaya besar maupun yang kecil, sudah dilakukan oleh Ilmuwan. Paling tidak kita harus sedikit menghargai berbagai jasa mereka yang bermaksud memberi kemudahan energi yang murah untuk kita. Berikut daftarnya. Agen Sakong

1. Mengisi daya smartphone dengan petir

Salah satu hal paling menyebalkan dari memiliki smartphone adalah kita harus mengecasnya setiap saat. Terlebih lagi, waktu pengisian dayanya yang lama. Sebagian besar masalah ini sebenarnya sudah teratasi dengan cepatnya fitur fast charging. Meski demikian, Nokia sempat sedikit leih di depan. Agen Online

Nokia bersama Microsoft pada beberapa tahun lalu membuat solusi gratis untuk mengisi daya smartphone. Hal ini dilakukannya bekerja sama dengan Unicersity of Southampton dengan membuat charger bertenaga petir!

Hal ini dilakukan dengan cara membuat baut yang terkontrol dengan aman, untuk membuat petir buatan dan langsung menyalurkannya dengan baterai. Dalam tahap uji coba, hal ini berhasil dilakukan. Masalahnya, teknologi ini tak bisa diproduksi secara masal karena terlalu rumit.

2. Smartphone bertenaga urin

Kita sudah mengetahui ada beberapa aspek yang bisa memanfaatkan urin jadi sesuatu yang berguna. Namun ternyata teknologi pun juga bisa memanfaatkan urin. Seperti yang dilakukan para peneliti dari University of Bristol yang menggunakan urin sebagai suber tenaga. Agen Judi Online Terpercaya

Hal ini dilakukan dengan cara membuat sel bahan bakar yang berbasis bakteri yang dapat memecah bahan kimia dalam urin. Proses tersebut mampu membangun muatan listrik yang kemudian disimpan dalam kapasitor.

Tenaga baterai ini terbukti bisa digunakan untuk menyalakan sebuah ponsel yang kemudian bisa digunakan browsing internet dan SMS. Masalah terbesarnya hanya kapasitor baterainya memiliki ukuran sebesar aki mobil.

3. Lampu bertenaga bakteri

Bakteri tentu sudah banyak yang dimanfaatkan oleh manusia. Namun kali ini, bakteri digunakan untuk menghasilkan energi listrik.

Hal ini dilakukan oleh mahasiswa pascasarja di University of Wisconsin, yang mengembangkan sebuah alat bernama Biobulb yang mampu menghasilkan cahaya murni dari kekuatan bakteri.

Bakteri yang terlibat adalah bakteri E. coli, yang telah direkayasa ulang dengan gen untuk bioluminesen. Setelah hal ini dilakukan, bakteri yang terkandung di dalamnya akan bercahaya seperti kunang-kunang ataupun ubur-ubur. Cahayanya pun akan terisi ulang dengan cahaya sekitar. Tentu praktik yang mahal membuat teknologi ini hanya sekedar uji coba saja.

4. Motor bertenaga partikel yang bisa berubah bentuk

Melansir sebuah artikel dari Next New Energy, disebut terdapat materi atau senyawa baru yang memiliki kemampuan untuk berubah bentuk, lalu kembali ke bentuk sebelumnya. Senyawa tersebut berkontraksi saat terkena sinar ultraviolet dan mengembang kembali ke ukuran aslinya saat terpapar cahaya normal. Hal ini bisa terjadi selama 30 jam terus menerus.

Yang menarik adalah partikel tersebut merupakan sumber tenaga alami karena kemampuannya berubah bentuk dan material. Setelah diuji, pertikel ini mampu memberi tenaga sebuah motor yang bisa menggerakkan tirai membuka dan menutup.

5. Energi panas tubuh

Seorang ilmuwan bernama Ann Makosiniki berhasil membuat alat bernama ubin Peltier, untuk mendapatkan energi thermal yang melekat di tangan manusia untuk mengalirkan listrik. Energi dari sekedar tangan manusia sudah cukup untuk menyalakan senter.

Selain Ann, ada sekelompok peneliti dari Southamptons Electronic and Computer Science Department yang mengembangkan sebuah materi yang memanfaatkan panas di celana untuk mengubahkan jadi listik. Alat ini peka terhadap hangat dan kenergi thermal bisa diubah jadi aliran listrik. Kekuatan baterai ini bisa mengisi daya smartphone.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*