Aim Jalan Kaki ke Mekkah, Ayahnya Hanya Bisa Pasrahkan ke Gusti Allah

Aim Jalan Kaki ke Mekkah, Ayah: Saya Pasrahkan ke Gusti Allah
Aim Jalan Kaki ke Mekkah, Ayah: Saya Pasrahkan ke Gusti Allah

Berita Segar-Melepas seorang putra pergi berjalan kaki ke Mekkah bukan perkara mudah bagi Syaufani Solichin (74). Namun karena tekad sang putra sekuat baja, Solichin melepas kepergian putranya dengan ridho.

“Saya pasrahkan semuanya pada Gusti Allah, semoga sehat-sehat saja,” kata Solichin saat berbincang di rumahnya di Wonopringgo, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (24/5/2017).

Mochamad Khamim Setiawan (29) mulai berjalan kaki menuju Mekkah pada 28 Agustus 2016 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB. Kini, dari kabar teman-teman putranya, Solichin mendapat kabar anaknya itu sudah tiba di Timur Tengah.

Awalnya, rencana Aim, sapaan akrab Khamim, tak langsung direstui pihak keluarga. Kakak-kakak Aim sempat menghalangi, tapi ya itu tadi, tekadnya sudah bulat.

“Ketiga kakaknya (yang di Jakarta) sebelumnya meminta dia untuk kerja dulu. Tapi anaknya tidak mau. Dia justru mempersiapkan fisik maupun mentalnya selama tiga tahun,” tutur Solichin.

Putranya itu menyiapkan fisik dan mentalnya untuk berjalan kaki menuju Mekkah. Salah satunya dengan puasa Daud selama tiga tahun.

Bekal yang dibawa Aim seadanya, hanya beberapa lembar baju dan sedikit uang. Kepada Solichin, Aim menegaskan dia yakin bekalnya itu cukup membawanya ke Tanah Suci.

“Ya saya hanya bisa berdoa, lha wong dia hanya berbekal baju dan beberapa lembar uang. Saya tanya, apakah cukup uangnya sebagai bekal, dijawabnya pasti ada yang ngasih di jalan, bapak tidak usah khawatir,” katanya.

Kisah Aim viral di media sosial. Kisahnya diceritakan dari satu akun ke akun lain. Banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti bagaimana Aim mengurus visa setiap melintasi satu negara.

Solichin belum bisa menjelaskan detail, karena dia juga hanya menerima update kabar perjalanan Aim dari teman-teman putranya itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*