Beberapa Ritual Seks Atau Hubungan Badan Yang Ada Di Indonesia

Beberapa Ritual Seks Atau Hubungan Badan Yang Ada Di Indonesia
Beberapa Ritual Seks Atau Hubungan Badan Yang Ada Di Indonesia

Persetubuhan atau hubungan seksual artinya secara prinsip adalah tindakan sanggama yang dilakukan oleh manusia.

Banyak pasangan yang berbagi banyak keintiman dan kenyaman di tempat tidur. Seks adalah salah satu kegiatan perpanjangan dari keintiman tersebut. Seks juga tindakan menyenangkan yang dapat memperkuat ikatan keduanya lebih jauh lagi.

Tapi ada berbagai macam jenis seks ataupun ritual-ritual seks yang ada di dunia dari yang unik hingga yang sangat fenomenal. Berikut ini berbagai macam ritual seks yang ada di Indonesia.

1. Ritual Hubungan Badan Dengan Dukun

UCScreenshot20170409004926

Ritual kedewasaan memang kebanyakan selalu menyisipkan hubungan badan. Tak hanya yang terjadi di Timor Barat saja, tapi juga beberapa suku di Indonesia timur.

Namun, ritual hubungan badan ini berbeda bentuknya. Ya, dikatakan oleh Gilbert H. Herd dalam bukunya, seorang remaja baru dianggap dewasa jika ia sudah berhubungan badan dengan dukun.

Hal yang menghebohkan dari ritual ini adalah si dukun ternyata adalah seorang pria. Jadi, ya, ini adalah hubungan antara sesama pria. Ritual ini juga wajib hukumnya jika seorang remaja akan beranjak menuju pintu kedewasaan.

2. Ritual Sunat Plus Hubungan Badan ala Suku di Timor Barat

UCScreenshot20170409004710

Bagi beberapa suku, sunat adalah ritual kedewasaan yang cukup penting. Peristiwa pemotongan ini jadi indikasi jika si remaja benar-benar sudah dewasa.

Hal ini juga lah dilakukan oleh beberapa suku di Timor Barat, Indonesia. Namun, orang-orang sana tak hanya mengemas sunat dengan pemotongan kulup saja, tapi juga menyelipkan aktivitas hubungan badan.

Jadi, ketika luka setelah pemotongan belum benar-benar sembuh, si laki-laki ini haruslah berhubungan dengan wanita. Tujuannya adalah untuk membuang panas di alat kelaminnya. Dan secara filosofi menurut mereka adalah membuang sial. Ritual ini wajib dilakukan dan jika sudah sembuh, maka si laki-laki tersebut akan jadi pria sejati.

3. Adat Perkawinan Kuno di Ponorogo

UCScreenshot20170409004502

Di Ponorogo pernah ada tradisi perkawinan kuno yang bernama Gemblak. Jadi, ketika usai melangsungkan upacara pernikahan kedua mempelai akan berpisah tidurnya dalam beberapa hari. Si wanita akan tidur dengan keluarganya, sedangkan si pria akan ditemani oleh Gemblak.

Gemblak ini adalah seorang pria juga, tapi ia bukan laki-laki biasa. Gemblak menurut sejarahnya selalu tampan dan ia merupakan teman tidur dari Warok atau semacam tetua atau orang penting di sana. Si pengantin pria dan Gemblak ini biasanya juga melakukan hubungan badan.

4. Ritual Hubungan Badan Ekstrem ala Suku Kelepom

UCScreenshot20170409004335

Ritual kedewasaan tak hanya dilakukan oleh pria saja, tapi juga para wanita. Seperti yang dipraktikkan oleh Suku Kelepom yang ada di Papua. Ritual kedewasaannya sendiri bisa dibilang ekstrem dan melibatkan hubungan badan juga.

Jadi, bagi para gadis yang ingin dianggap dewasa, mereka harus melakoni ritual berhubungan badan dengan pria yang sudah menikah. Ya, pria-pria yang sudah menikah dianggap memiliki keistimewaan dan akan memberikan berkahnya kepada di gadis. Setelah ritual ini selesai, si wanita akan langsung dianggap sebagai sosok dewasa yang sudah siap mengemban banyak tanggung jawab.

5. Tradisi Perkawinan Aneh Suku Marind

UCScreenshot20170409004213

Dalam bukunya yang berjudul Manusia Irian, Jan Boelaars berhasil mengungkapkan fakta aneh soal ritual perkawinan suku Marind yang ada di Papua ini. Ya, jika biasanya setelah menikah pasangan laki-laki dan perempuan akan tidur bersama, maka pria-pria Marind tidak demikian. Mereka lebih suka menghabiskan malam pertamanya dengan pria juga.

Alasannya sendiri karena para pria ini tidak bisa begitu saja menyerahkan diri sepenuhnya kepada wanita. Tidur dengan istri di malam pertama akan membuat para pria Marind kehilangan kehormatan serta pamornya.

Seperti inilah ritual-ritual oleh suku-suku di Indonesia yang melibatkan hubungan biologis di dalamnya. Kalau berkaca dari kaca mata modernitas, kita pasti akan menganggap ritual-ritual itu gila. Namun, bagi para praktisinya ini adalah semacam kewajiban yang harus dilakukan. Bahkan juga bernilai sangat sakral. Entah, tidak diketahui apakah ritual-ritual di atas ini masih terjadi atau sudah lama ditinggalkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*