Jangan Asingkan Orang Pengidap HIV AIDS

Jangan asingkan orang pengidap HIV AIDS
Jangan asingkan orang pengidap HIV AIDS

Jangan Asingkan Orang Pengidap HIV AIDS

Klikbandar88 – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta masyarakat tidak mengasingkan orang yang mengidap ODHA (sebutan orang yang mengidap HIV/Aids). Justru mereka yang mengidap HIV harus diberikan dukungan agar bisa mempertahankan hidupnya secara normal.

“Mereka tidak boleh di diskriminasi tidak boleh diasingkan, mempunyai hak hidup yang sama, kemudian penangannya termasuk penanganan pengobatan mereka untuk trus mempertahankan daya tubuhnya dan hidup normal seperti biasa itu kita lakukan terus dengan anggaran yang mencukupi dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota,” kata pria yang akrab disapa Aher, saat menghadiri puncak pencegahan AIDS di Provinsi Jawa Barat, di Hotel Asrilia, Bandung, Rabu (9/8).

Dalam pertemuan tersebut, dilakukan juga penandatanganan dari seluruh komponen di tingkat kabupaten/kota yang tentang pencegahan AIDS yang disaksikan Dinkes Jabar, BNN, dan Forkominda Jawa Barat.

Dia menambahkan, masyarakat harus mulai terbuka dengan kasus HIV/Aids ini, karena apabila masyarakat tertutup akan menjadi permasalahan yang besar, ditambah Jawa Barat termasuk pengidap HIV/Aids yang lumayan tinggi.

“HIV/Aids di Jawa Barat tinggi namun bukan yang tertinggi , tinggi di jawa barat sering diapresiasi oleh berbagai pihak berarti ada penanganan, karena semakin ditangani semakin terbuka dan sering kali masyarakat tidak ingin membukanya ke permukaan justru ingin menutupinya dan ketika tertutup malah menjadi bahaya,” jelasnya.

Dia menambahkan, penanganan HIV AIDS sendiri, yang paling penting justru menyasar terhadap anak-anak muda yang belum menjadi korban justru sering kali jadi sasaran. ‎ “Untuk itu penanganannya dengan pembangunan moral, sosialisasi atas bahaya itu supaya tahu, kalau masyarakat mengenal mengetahui dengan sosialisasi yang ada, dan itulah penanggulangan bagi yang belum terkena. Cara nya bisa lewat pengajian, pendidikan, lewat puskesmas, rumah sakit, bisa lewat berbagai dialog bisa lewat komunitas remaja kemudian ada penyadaran, dan ada sosialisasi,” tandasnya.

“Dengan adanya kesepakatan ini dapat menciptakan lingkungan kondosif bagi anak-anak muda kita‎,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*