Kehidupan Para Tuna Wisma Yang Tinggal Di Gorong-gorong Las Vegas

Kehidupan Para Tuna Wisma Yang Tinggal Di Gorong-gorong Las Vegas
Kehidupan Para Tuna Wisma Yang Tinggal Di Gorong-gorong Las Vegas

Las Vegas memiliki julukan kota penuh dosa, kota dengan gemerlap hiburan malam yang tak pernah tidur. Namun ia juga menjadi atap tempat berlindung para tunawisma. Tepatnya gorong-gorong Las Vegas yang menjadi tempat tinggal kaum tuna wisma.

Terowongan sepanjang 200 mil yang tersembunyi di bawah tanah kota itu merupakan rumah bagi hampir 1.000 tuna wisma, Terowongan tersebut aslinya dibangun untuk menyalurkan luapan air. Namun belakangan justru menjadi hunian darurat bagi para tunawisma.

UCScreenshot20170412215710

Sebagian besar orang yang tinggal di sini adalah mereka yang putus asa karena kehilangan pekerjaan, Pecandu narkoba, Kriminal, Atau justru veteran perang. Yang terakhir ini biasanya menderita trauma berat saat bertugas di medan perang dan memilih hidup terkucil dari dunia luar.

Para penghuni gorong-gorong Las Vegas umumnya bertahan hidup dengan meminta-minta atau memulung di pembuangan sampah. Tetapi ada juga yang memiliki pekerjaan tetap, meskipun hasilnya tak cukup untuk menyewa hunian layak.

UCScreenshot20170412215644

Gorong-gorong sudah seperti kompleks apartemen bagi para tuna wisma ini. Mereka membangun ‘rumah’ masing-masing di salah titik terowongan. Para penghuni baru biasanya hanya membawa sedikit barang. Ranjang mereka pun mungkin cuma selembar terpal yang dilapisi selimut. Tetapi mereka yang sudah lama tinggal bisa hidup lumayan nyaman dengan kasur, meja, kursi santai, peralatan dapur, dan rak.

UCScreenshot20170412215623

Tak ada tembok pembatas atau sekat, jadi jangan mengharapkan privasi. Tetangga sebelah bisa melihat dengan jelas seluruh aktivitas yang dilakukan. Selain kurangnya privasi, gorong-gorong tak layak dihuni karena adanya risiko penyakit, keamanan yang minim, dan serangan hewan liar yang bisa saja terjadi.

Belum lagi kalau terowongan tergenang banjir. Tetapi hal ini tampaknya tak membuat takut para tuna wisma yang sudah terlanjur betah tinggal di sana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*