Pernyataan Pengacara Rizieq: Bandara Bisa Lumpuh hingga Sebut Jokowi Dalang Kasus

Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus chat berbau pornografi.
Meski begitu, hingga saat ini Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut diketahui tak sedang berada di tanah air.

Informasi terakhir yang beredar mengatakan Rizieq masih berada di Arab Saudi.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihak kepolisian ogah gegabah.
Sebagaimana sudah diketahui, Polda Metro Jaya akan menempuh beberapa langkah.
Nantinya jika Rizieq tak juga datang, pihak kepolisian akan menjemput paksa di Arab Saudi.
Berkaitan dengan hal tersebut, kuasa hukum Rizieq menggelar konferensi pers pada Senin (29/5/2017).

Dalam acara yang digelar di rumah Rizieq di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat tersebut kuasa hukum menyatakan status tersangka yang kini disandang kliennya itu tidaklah pantas.
Hal ini lantaran menurut mereka Rizieq tak terlibat dalam kasus chat pornografi itu.
“Dia tidak melakukan itu. Jangankan jadi tersangka jadi saksi saja tidak mungkin,” ujar Eggi Sudjana, kuasa hukum Rizieq dalam konferensi persnya.

Lebih lanjut, Eggi kemudian menanggapi soal Rizieq yang enggan pulang ke tanah air.
Dikatakannya, Rizieq kekeuh berada di Arab Saudi demi meredam gejolak para pendukungnya.
Eggi juga berpendapat jika nantinya Rizieq kembali ke Indonesia aktivitas di bandara akan lumpuh.

“Apalagi kalau habib (Rizieq Shihab) pulang. Jutaan orang datang. Bandara bisa ketutup,” tegas Eggi.

Dikatakan Eggi, keputusan Rizieq untuk tetap tinggal di Arab Saudi merupakan hasil kesepakatan tim kuasa hukum, para ulama dan Rizieq sendiri.

“Padahal dia kalau sudah bicara kejantanannya dia maunya melawan saja, tapi kita melihat jangan. Karena bagaimana meredam radikalisasi ini yang tidak bisa terprogram dengan baik seperti ini,” kata Eggi.

Tak cuma itu, Eggi juga mengatakan kasus Rizieq dan Firza muncul sebagai dampak kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Dikaitkan dengan hal tersebut, Eggi kemudian menyatakan Presiden Joko Widodo ada di balik kasus tersebut.

“Ini problemnya adalah politik balas dendam dari dua hal penting kekalahan Ahok di Pilkada dan dipenjara kasus penodaan agama. Ini substansinya. Di belakang semua ini kami menilai adalah Presiden Jokowi,” jelas Eggi.

Pendapat Eggi, Presiden Jokowi diduga terlibat dalam kasus ini lantaran membiarkan polisi melanjutkan pengusutan.

Untuk itu, tim kuasa hukum Rizieq meminta Presiden Jokowi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Kita minta Jokowi dengan hormat memerintahkan kepada Kapolri untuk menghentikan atau mengeluarkan SP3, atau kriminalisasi kepada ulama dan aktivis segera diakhiri,” jelas Eggi.

Fadli Zon: Kok Kasus Chat Habib Rizieq Seperti Kasus yang Luar Biasa

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fadli Zon mengaku heran kasus chat Whatsapp berkonten pornografi yang diduga melibatkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan Firza Husein, dianggap sebagai kasus yang luar biasa.

“Kok kasus seperti ini dianggap seperti kasus luar biasa. Apalagi cuma chat yang berada di ruang privat. Tidak di publik. Kan seharusnya tidak begitu,” kata Fadli di kantor DPP Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/5/2017).

Ia pun menduga, bahwa upaya menarget Rizieq agar bisa dijebloskan ke penjara.

“Ada semacam upaya untuk menarget. Ini yang terjadi. Nah ini menurut saya penilaian-penilaian ini yang harus diduduk-kan,” kata Fadli.

“Kita juga melihat ada kejanggalan yang dianggap masyarakat. Kasus seperti ini dianggap luar biasa. Apalagi kasus chat yang berada di ranah ruang privat,” tambah dia.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa semua pihak harus menghormati proses hukum yang berjalan.

“Tapi kita harus menghormati hukum lah ya. Kalau proses harus dihadapi,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Diketahui, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus chat Whatsapp berkonten pornografi yang juga melibatkan Firza Husein. Dengan demikian, polisi sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

Selain Rizieq, polisi juga menetapkan Firza Husein sebagai tersangka.

Rizieq sebelumnya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan Pancasila oleh penyidik Polda Jawa Barat.

Pihaknya akan mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka tersebut. Saat ini Rizieq masih berada di Arab Saudi. Belum diketahui kapan yang bersangkutan akan kembali ke Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*