Pura-Pura Mudik, Motif Jaringan Malaysia Selundupkan 10 Kg Sabu

Bulan Ramadan tak semuanya dimanfaatkan orang untuk meningkatkan ibadah. Seperti yang dilakukan sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia, Medan dan Jakarta, mereka malah memanfaatkan tradisi mudik untuk mengedarkan sabu.

Direktur Tindak Pidana (Dirtipid) Polri Narkoba Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan barang bukti 10 kg sabu itu dimasukkan ke dalam koper. Mereka sengaja memasukkan ke dalam koper dengan berpura-pura mau mudik

“Saat pemeriksaan tak nampak. Tapi petugas di lapangan berhasil menangkap. Karena memang membutuhkan keuletan di lapangan,” ujar Eko dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/6/2017)

Meskipun berhasil mengelabui petugas di lintas Sumatera, Eko menjelaskan pengungkapan tersebut terjadi pada 12 Juni 2017 malam terkait adanya laporan masyarakat adanya peredaran gelap narkotika jenis sabu di Pulogadung, Jakarta Timur.

“Petugas melakukan penyelidikan dan didapatkan ciri-ciri mobil yang dicurigai untuk digunakan sebagai transaksi,” kata Eko dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/6/2017).

Lebih dalam, dikatakan Eko tim Satgas I Dittipid Narkoba Polri akhirnya melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka, yakni Samsul Bahri dan Juanda. Namun, saat penangkapan terjadi perlawanan sehingga kedua tersangka itu langsung ditembak oleh petugas.

Motif Jaringan Malaysia Selundupkan 10 Kg Sabu

Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri mengungkap sindikat narkotika jenis sabu jaringan Malaysia, Medan, dan Jakarta. Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan 10 Kg Sabu.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan pengungkapan tersebut terjadi pada 12 Juni 2017 malam, terkait adanya laporan masyarakat adanya peredaran gelap narkotika jenis sabu di Pulogadung, Jakarta Timur.

“Petugas melakukan penyelidikan dan didapatkan ciri-ciri mobil yang dicurigai untuk digunakan sebagai transaksi,” kata Eko dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/6/2017).

Dikatakan Eko, tim Satgas I Dittipid Narkoba Polri langsung melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka, yakni Samsul Bahri dan Juanda. Namun, saat penangkapan terjadi perlawanan sehingga keuda tersangka itu langsung ditembak oleh petugas.

“Kedua tersangka berusaha melakukan perlawanan dan petugas mengambil tindakan tegas. Akhirnya kedua tersangka itu meninggal dunia di tempat,” ujar Eko.

Adapun modus modes operandi yang dilakukan pelaku pun dengan menyamarkan narkoba dengan dimasukkan ke dalam koper. Kemudian, barang bukti yang disita berupa satu buah koper yang berisikan narkotika jenis sabi sebarat 10 Kg dan satu unit mobil Fortuner berwarna abu-abu.

Untuk saat ini, jenazah kedua pelaku tengah berada di RS Polri. Dan petugas masih terus mendalami jaringan ini, lantaran diduga masih banyaknya pihak yang terlibat dalam jaringan internasional ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*