Seorang Pemuda Nekat Menjadi Pembunuh Bayaran Demi Obati Ibunya

Seorang Pemuda Nekat Menjadi Pembunuh Bayaran Demi Obati Ibunya
Seorang Pemuda Nekat Menjadi Pembunuh Bayaran Demi Obati Ibunya

Klikbandar88 – Dua pekerja di sebuah perusahaan alat berat di Kecamatan Kintab, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, terbang ke Kabupaten Berau di Kalimantan Timur setelah menerima tawaran untuk membunuh seorang pengusaha batu bara.

Korban bernama H Samir ditemukan tidak bernyawa dengan bekas luka jerat dan kepala memar di sebuah hutan di Berau, Kedua pekerja itu, yakni Wahyudi (36), ayah tiga anak yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga malam di PT GSM Tanah Laut.

Sedangkan, Supriyadi (27), Seorang perantauan asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Bekerja sebagai helper mekanik di perusahaan yang sama.

Wahyudi dan Supriyadi mengaku menerima tawaran dari L (inisial), Warga Berau, Lantaran upah yang ditawarkan  sangatlah besar.

Alasan dari keduanya sangatlah mirip, Yaitu, Wahyudi yang sudah lama memerlukan uang cukup besar untuk membiayai ibunya yang menderita penyakit stroke.

Namun untuk keterangan dari  Supriyadi merasa gaji Rp 2 juta setiap bulan tidak cukup menafkahi istri dan anaknya yang tinggal di Nganjuk.

Uangnya itu  (yang ditawarkan L) Rp 50 juta memang cukup besar, Tadinya uang tersebut untuk membiayai orangtua saya yang  stroke. Ketika saya hendak pamit bilangnya pergi untuk menagih utang, Tapi ibu melarang. Saya pulang, ibu meninggal,” kata Wahyudi, Senin (1/5/2017).

Mereka terbang dari Kalsel ke Berau berpura-pura menjadi calon penyewa alat berat. Mereka terlebih dulu menyepakati bertemu dengan H Samir di belakang Bandara Kalimarau, Berau, pada Sabtu (22/4/2017) pagi.

Kedua pelaku sempat berada dalam mobil Avanza milik Samir. Di dalam mobil itu, Wahyudi langsung menghabisi nyawa Samir dengan cara mencekik menggunakan tali nilon. Supriyadi sendiri bertugas menghentikan perlawanan Samir saat eksekusi berlangsung. Samir tewas seketika itu.

“Semua sudah disiapkan oleh Bos. Kata Bos, mayat itu ditaburi kopi biar tidak bau,” kata Wahyudi, Selesai beraksi, Wahyudi dan Supriyadi langsung pulang ke Tanah Laut. Mereka menumpang mobil travel ke Balikpapan, Setelah itu mreka naik pesawat ke Banjarmasin. Keduanya menerima upah atas aksi itu.

“Semua sudah disediakan. Sampai di Kintab bekerja seperti biasa,” kata Supriyadi.

Direktur Kriminal Umum Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi, Hilman mengatakan, Bahwa kasus ini berawal dari laporan Hj Emmy kepada polisi lantaran Samir, Suaminya itu menghilang.

Emmy hanya menemukan mobil yang digunakan Samir tak jauh dari bandara. Untuk sementara itu Samir dinyatakan menghilang, Upaya untuk menemukan Samir terbilang sulit.

Polisi hanya mendapat petunjuk bahwa hilangnya Samir ada kaitannya dengan dua pekerja di Tanah Laut, Polisi pun langsung memburu Wahyudi dan Supriyadi hingga ke Kintab.

Supriyadi dibekuk saat tidur di mess perusahaannya, Sabtu (29/4/2017). Tak berselang lama, Wahyudi ditangkap di rumahnya yang juga di Kintab.

Dalam interogasi, mereka mengakui telah menghabisi Samir dan membuangnya di hutan tak jauh dari Kalimarau, “Kita temukan korban di hutan tidak jauh dari bandara,” kata Hilman.

Kasus tidak berhenti sampai di sini. Wahyudi dan Supriyadi mengaku disuruh L yang tinggal di Berau. Polisi menangkap L, Polisi masih menyelidiki motif terlibatnya L dalam pembunuhan ini. Pasalnya, Polisi mendapatkan fakta bahwa dana untuk upah atas aksi ini bukan berasal dari kantong L.

Polisi menduga masih ada pelaku lain yang mendalangi pembunuhan ini. “Masih intensif didalami. Dalam waktu dekat semoga terungkap,” kata Hilman.(Kontributor Balikpapan, Dani Julius Zebua)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*